Jumat, 21 Agustus 2009

The Computer Crimes #1

The Crimes That Never End..
1. Pendahuluan
Mungkin ini adalah sebutan untuk Kejahatan Komputer. Mengapa??! Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi yang ada, kejahatan komputer pun sudah tidak dapat dicegah lagi. Peluang untuk melakukan kejahatan itu pun terbuka sangat lebar dari mulai tools" hacking yang bertebaran, sehingga bisa dibilang sangat menggiurkan untuk dilakukan. Selain usil biasanya kejahatan ini dilakukan karena memang ada alasan tersendiri. Kadang kita bingung, mengapa ini terus berlanjut??! Tidak salah dan tidak lain adalah dikarenakan sulitnya untuk mengetahui pasti siapa yang melakukan tindak kejahatan ini, sehingga pihak berwenang pun tidak dapat berbuat apa-apa. Sangat-sangat disayangkan sebenarnya yang terjadi ini, karena banyak pihak yang dirugikan biasanya dalam aksi kejahatan ini.

2. Objek-objek yang menjadi sasaran kejahatan komputer
a) Perangkat Keras (Hardware)
Adalah bagian dari komputer yang dapat dilihat dan disentuh oleh manusia. Perangkat keras terdiri dari terminal komputer, printer, external modem, scanner, mouse,pointing device, disk, tape drives,
b) Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak adalah seperangkat instruksi yang ditulis oleh manusia untuk memberi perintah bagi komputer untuk melakukan fungsinya. Pada dasarnya ada dua bagian dari perangkat lunak yaitu operating sistem ( perangkat lunak yang sudah ditulis di pabrik yang berfungsi sebagai penengah antar perangkat keras dengan perangkat lunak yang ditulis oleh pemakai komputer) dan program aplikasi (program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. Ada dua cara untuk bisa mendapatkan program aplikasi yang dibutuhkan, yaitu dengan mengembangkan program aplikasi sendiri atau membelinya.
C) Data
Data dalam organisasi menghimpun berbagai macam informasi dalam perusahaan, seperti data jumlah barang, data perjanjian, data keuangan,dll. Apabila sesorang mencuri data dari suatu organisa
si artinya ia mencuri aset perusahaan tersebut, sama seperti ia mencuri uang atau perlengkapan.

3. Cyber Terrorists dalam sistem Jaringan Komputer
Berdasarkan hasil riset dan survey serta berbagai laporan tentang kejahatan komputer yang terjadi dewasa ini, diketahui bahwa saat ini tidak ada satupun jaringan komputer yang dapat diasumsikan 100% persen aman dari serangan virus komputer, spam, email bom dan sebagainya dari para hackers dan cyber terrorist. Seorang hacker atau cyber terrorist yang sudah berpengalaman dapat dengan mudah melakukan ‘breaks-in’ atau memasuki sistim jaringan komputer yang menjadi targetnya. Tidak perduli apakah didalam jaringan tersebut sudah mempunyai sistem pengamannya atau belum. Hal tersebut diperparah lagi dengan kenyataan bahwa banyak sekali situs-situs bawah tanah (underground sites) dalam Internet yang menawarkan informasi serta pengetahuan tentang bagaimana menembus sebuah sistim jaringan komputer (penetrated) sekaligus mengelabui sistem pengamanannya (security compromised). Informasi-informasi tersebut tersedia dalam bentuk kumpulan program, dokumentasi atau utiliti. Sehingga semakin memudahkan para cyber terrorist untuk melaksanakan niatnya terhadap target yang telah ditentukannya. Dengan memanfaatkan sistim informasi yang tersedia tersebut para cyberterrorist dapat menyampaikan “pesannya (messages)” ke seluruh dunia dengan cepat. Sudah berulangkali diadakan seminar, simposium serta diskusi-diskusi dengan topik utama mengenai pengamanan jaringan komputer. Banyak sekali pertanyaan yang sering bermunculan pada kesempatan tersebut, seperti: apakah jaringan komputer itu cukup aman?, apakah aman bila berbelanja lewat Internet tanpa khawatir seseorang mencuri informasi tentang kartu kredit kita?, apakah mungkin seseorang mengetahui password orang lain dan menggunakannnya tanpa ketahuan?, dapatkah seseorang mencuri atau memanipulasi file-file orang lain?, dapatkah kita mempunyai sebuah jalur komunikasi yang aman di Internet? apa yang perlu dipelajari tentang sistim firewall, enkripsi, dekripsi, otentifikasi ? dsb.

4. Penutup
Berbagai persoalan yang telah disampaikan di atas hanya sedikit dari berbagai permasalahan tentang kejahatan pada komputer khususnya di internet. Tetapi, berbagai teori dan kasus kejahatan yang telah disampaikan di atas setidak-tidaknya telah membuka pemikiran kita bahwa Internet sebagai sebuah media ternyata tidak selalu dapat dipercaya luput dari kejahatan. Dalam perkembangannya saat ini internet malah menjadi media yang sangat efektif bagi perkembangan kejahatan bentuk baru yang dikenal dengan nama cybercrime. Namun, sistem hukum tidak dapat effektif bekerja dikarenakan kurangnya bukti dan keahlian untuk membuktikannya.

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Rio Nugraha Putra8/22/2009 1:43 AM

    Wah, keren banget blognya...

    Nambah pengetahuan umum gua tentang computer crimes..

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus